Bedah Jalur Trek ATRAC AMBARAWA
Rintangan Komplit Yang tidak Terlalu Sulit

Berita TerkaitBedah Jalur
Bedah Jalur Trek ATRAC  AMBARAWA<br />Rintangan Komplit Yang tidak Terlalu SulitBedah Jalur Trek ATRAC  AMBARAWA<br />Rintangan Komplit Yang tidak Terlalu SulitBedah Jalur Trek ATRAC  AMBARAWA<br />Rintangan Komplit Yang tidak Terlalu Sulit
01/04/2013
AMBARAWA – Trek trail adventure yang Minggu (31/3) dilalui peserta ATRAC 3 merupakan jalur yang cukup menantang, melewati dua perbukitan alam Ambarawa yang terkenal indah. Kali ini krosser-online.com membedahnya untuk pembaca…
Menurut Punggawa Adventure Trail Ambarawa Club (ATRAC), Ryan, jalur ini sudah ada kurang lebih tiga tahun lalu. Bersama-rekan-rekannya sesama pecinta trail di antero Ambarawa, ia membuka jalur ini dengan susah payah.
Jalur yang dilewati dimulai dari Lapangan Desa Banyu Biru di sini para krosser sudah dihadang kubangan lumpur sedalam setengah meter lalu naik ke jalan desa menuju kea rah Polsek Banyu Biru lalu belok kanan menuju ke area persawahan, menyeberangi sungai sedalam setengah meter dan melewati pematang naik ke atas menyeberangi jalan desa terus naik ke atas bukit menuju Jambon dan menuju ke Jeporo.
Di sini krosser dihadang tumpukan kayu log (gelondongan) yang cukup merepotkan. Butuh skill mumpuni agar mulus lewat rintangan di sini. Krosser terus diajak naik ke atas jalan tanah yang licin dan cukup terjal ke arah pegunungan Mambang. Di sini krosser diajak naik turun bukit Mambang hingga kea rah Sodong.
Dari arah Sodong ke Pager Gedong sobat krosser bakal diajak naik terus ke atas hingga puncak perbukitan Telomoyo dimana terdapat menara TVRI. Pemandangannya cukup indah dikelilingi pepohonan yang cukup lebat disertai titik-titik air yang menetes saking tebalnya dedaunan hingga embun pagi lama menyisakan air di dedaunan. Suasana yang teduh dan menentramkan. Ada baiknya krosser menyempatkan diri berisitirahat sambil menghirup udara segar.
Jalan mulai menurun, di sini mesti waspada mengingat jalur ang sempit dan curam dan terkadang berbelok tajam. Sampailah krosser di Pranten kemudian masuk ke pos peristirahatan di tengah perjalanan yang disebut Ngankit.
Usai beristirahat sejenak krosser diajak naik lagi kea rah Kendal Duwur dimana terdapat tanjakan ekstrim yang terjal dan berlubang-lubang. Dalam event ATRAC kemarin banyak juga yang menyerah kehabisan tenaga dan memilih jalan pintas.
Dari tanjakan di Kendal Duwur krosser diajak turun le Kendal Ngisor hingga ke daerah Gubuk. Di sini cukup sulit mengingat jalurnya licin dan sebagian berbatu. Krosser dipaksa turun terus dan naik lagi ke Wonokasian. Di Wonokasian peserta melewati perkampungan penduduk, maka mesti waspada jangan sampai celaka nabrak warga misalnya.
Dalam event ATRAC kemarin para krosser sedikit terhibur oleh sambutan penduduk yang dengan ramah mengelu-elukan peserta. Senyum cerah warga desa membuat lelah seolah terobati.. indahnya. Lepas dari perkampungan Wonokasian peserta diajak naik lagi tanjakan berbatu yang cukup terjal. Sempitnya jalur dikelilingi pepohonan yang lebat membuat krosser mesti berhati-hati apalagi di beberapa tempat terdapat jurang yang menganga seolah siap menelan krosser apabila amit-amit sampai terjatuh.. he..he..
Dari Wonokasian para krosser disuguhi jalur setapak di pinggir rel kereta api kuno Ambarawa yang terkenal. Rel kereta api kuno ini merupakan tempat bersejarah sebagai salah satu medan pertempuran melawan penjajah tempo dulu. Lokasinya berkelok-kelok dan menanjak di pinggir jalan raya Semarang-Yogya.
Dari sini peserta masuk ke Candi sari dan masuk ke perkampungan lagi. Lewat SD Gertas dan perkampungan Gembongan terus menuju Pancuran dan perkampungan Ngrapah. Lanjut ke Sungai Ngogak dan masuk perkampungan di dekatnya hingga kembali ke Lapangan Banyu Biru.
Guntur, salah satu pendiri ATRAC menjelaskan rute ini bisa juga dilalui sebaliknya atau dibolak-balik di beberapa bagian. “Kami selalu menyiapkan jalur evakuasi sehingga walaupun terlihat ekstrim namun masih safety buat peserta adventure,” kata pria yang ternyata juga buser di Polda Jateng.
Guntur Gemar Trabas, demikian biasa dipanggil, juga menyebutkan trek yang dibuka oleh ATRAC ini dibuat bukan dengan mudah. “Perlu pendekatan terhadap warga dan sosialisasi cukup lama,” kata Guntur.
Pria yang sering menjelajah hingga hutan untuk mencari jalur baru ini dulunya merupakan Ketua ATRAC namun karena kesibukannya sebagai polisi membuat ia menyerahkan jabatannya sebagai ketua ATRAC kepada penggantinya Ryan.
Ryan menambahkan jalur di Wonokasian yang naik terjal dibuat oleh ATRAC dari batu yang disusun rapi sepanjang jalan selebar kurang lebih satu setengah meter. “Dibuat dengan dana ATRAC sebagai sumbangsih juga buat warga Wonokasian supaya di musim hujan lebih nyaman naik turun bukit ketika mengangkut hasil hutan,” kata Ryan.
Hal ini secara tidak langsung menciptakan suasana yang harmonis antara pecinta trail adventure dan warga desa. “Maka tidak heran event ATRAC selalu mendapat sambutan positif warga desa. Kami sangat bersyukur dengan suasana ini semoga keharmonisan ini tetap terjaga,” ujar Ryan. (ar)
CONNECT
VIDEO Coming Soon on HTML
newsletter
Join our newsletter to keep up with our newest updates.
kolom newsletter
chat support
Get connected with our customer service for a quick and accurate feedback.
Jl Pariwisata Raya No 03Rawalumbu Bekasi Timur
© copyright Krosser 2012. All rights reserved.
VIDEO Coming Soon on HTML
VIDEO Coming Soon on HTML